Manfaatkan Lahan Tidur, Bhabikamtibmas ini Ajak Masyarakat dengan Metode “GILA”

TBNews Sumbar – Tidak perlu berbuat banyak, biar sedikit, tapi ada makna dan hikmahnya, kata-kata inilah yang selalu menjadi penyemangat seorang Bhabinkamtibmas Aiptu Roy Marten,S.H untuk mangajak masyarakat dalam memanfaatkan lahan tidur yang ada di wilayah binaannya yaitu Nagari Sintuk Toboh Gadang.

Bersama Walinagari bapak Sitik Desrial, S.Pd, Aiptu Roi Martin tanpa mengenal lelah mengembangkan dan ingin memajukan daerah setempat, dengan cara menggerakan masyarakat untuk melakukan gotong royong bersama.

Salah satu upaya yang digagas oleh Bhbinkamtibmas Aiptu Roi Martin S.H. bersama bapak Martoni dan Mak Itam untuk menggerakan masyarakt dalam memanfaatkan lahan tidurnya ytiu dengan Metode Gagasan Ide Langsung Aksi (GILA).

Aiptu Roi Martin, SH mengatakan, bahwa metode ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam pemanfaatan lahan tidur yang ada dimiliki oleh masyarakat.

“Hal ini sangat bermanfaat terutama dalam memanfaatkan lahan tidur yang ada wilayah ini, yang bertujuan untuk ketahanan pangan,” katanya kepada redaksi TBNews Sumbar.

Lebih lanjut Aiptu Roi Martin menjelaskan, metode dengan nama “GILA” ini berdiri tanggal 10 juli 2022 yang lalu dengan yang didahului dengan berdirinya Taman Dasawisma Adelwis dan juga Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di setiap korong.

“Untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) sudah lama kami bentuk yang diantaranya di Korong Balai Usang KWT Jaya Abadi, Korong Rimbo Karnggo KWT Melati Indah, Korong Tembok tembok KWT Ceria, dan di Korong Toboh Baru KWT Kenaga,” katanya.

Aiptu Roi berharap untuk semua KWT dengan memakai Metode “GILA” bisa membantu Ekonomi masyarakat warga Nagari Sintuk.

“Saya berharap metode ini bisa membantu menjaga ketahanan pangan dan juga menambah perekonomian masyarakat nagari,” kata Bhabinkamtibmas yang dekat dengan masyarakat ini.

“Salah satu tujuan membentuk KWT ini untuk menambah ketahanan pangan masyarakat di samping KRPL yang mengunakan lahan tidur di samping rumah untuk menjadi lahan Produktif Yang bisa menambah ekonomi masyarakat,” terangnya.

“Metode “GILA” ini digagas oleh Walinagari Desrial S.Pd dan para Walikorong serta masyatakat setempat,” imbuhnya.

Selain itu, ia berharap juga kepada pemerintah bisa membantu dan melirik kegiatan ini dengan membantu ibu-ibu KWT.

Saat ini juga, para KWT bekerja sama dengan Danramil 05 Lubuk Alung membuat kampung Pancasila.

“Kampung Pancasila ini dibuat tidak lain agar Pancasila tetap selalu dijadikan pedoman dalam bertingkah laku dalam dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

“Motivasi dan terobosan metode “GILA” ini merupakan ide yang langsung beraksi, karena di setiap Korong ada juga rumah bibit. Nantinya yang akan di gagas untuk pembuatan bibit yang berlebel yang bisa di perjual belikan di kalangan masyrakat dan di pasarkan,” katanya.

“Bhabinkamtibmas selalu bekerja sama dengan instansi terkait untuk kemajuan bersama agar masyarakat mempunyai aktivitas dan bisa membantu perekonomian terutama di bidang ketahanan pangan yang akan di galakkan bersama dan bisa dirasakan ditengah-tengah Masyarakt.

“Semoga dengan metode “GILA” ini bisa nyata dan terbukti atas dorongan masyrakat setempat,” pungkasnya.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *