Antisipasi penyebaran PMK, Polsek IV Nagari dan Dinas Pertanian Imbau Pedagang Ternak Tahan Diri

TBNews Sumbar – Pasca ditutupnya Pasar Ternak Palangki sebagai dampak ditemukannya Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak di lokasi tersebut, Polsek IV Nagari bersama pihak terkait terutama Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung melakukan imbauan kepada masyarakat dan para pedagang ternak.

Hal itu disampaikan oleh Kapolsek IV Nagari AKP Mulyadi di sela-sela kegiatan monitoring terhadap kerawanan penutupan pasar ternak Palangki, Sabtu (14/5) siang.
“Hari ini kami bersama dengan Kepala Dinas Pertanian Ir. Ronaldi melakukan pengecekan terhadap sapi yang positif virus PMK,” ujarnya.
Di samping itu pihaknya bersama Kepala Dinas Pertanian memberikan sosialisasi kepada para pedagang terkait alasan ditutupnya Pasar Ternak untuk sementara waktu.
Kepala Dinas Pertanian Ir. Ronaldi menyampaikan virus PMK ini sangat cepat penularannya dan membutuhkan penanganan serius sebagai langkah antisipasi pencegahan penularan Virus PMK ini kepada ternak lain yang nantinya berdampak terhadap kerugian bagi pedagang itu sendiri.
Ia juga menyampaikan kepada para pedagang bahwasannya virus ini sudah menjadi atensi dari pemerintah pusat untuk mencegah penularan virus yang nantinya akan berdampak kepada pedagang ternak, peternak dan masyarakat yang mengkonsumsi daging ternak.
Pihaknya mengharapkan para pedagang ternak dapat memahami akan langkah yang diambil oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung dalam hal ini UPTD Pasar Ternak Regional Palangki.
“Jika situasi meningkat akan ada perintah lockdown untuk areal pasar ternak dan terhadap Ternak yang masih berada di dalam tidak bisa keluar dan begitu juga dari luar ke dalam areal Pasar Ternak,” lanjut Kapolsek.
Siang itu para pedagang dapat menerima dan mendukung terkait langkah penanganan yang diambil UPTD Pasar Ternak untuk mengantisipasi penularan Virus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku/Foot and Mouth Disease).
Sementara itu para pedagang meminta terhadap transaksi jual beli diperbolehkan sampai Sabtu (14/5) sore nanti terhadap sapi yang sudah berada di areal Pasar Ternak.
Para pedagang sepakat untuk mengeluarkan ternak yang masih berada di areal Pasar Ternak paling lambat pukul 00.00 wib atau tengah malam nanti.
“Situasi saat ini para pedagang sepakat dan menerima bahwasannya setelah ditutupnya Pasar Ternak, sapi tidak boleh memasuki areal Pasar Ternak,” pungkas Kapolsek.(*)
Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *