Kebakaran Lahan di BAB, Polres Pessel dan Dinas Terkait Lakan Penyelidikan

TBNews Sumbar – Polres Pessel melakukan Penyelidikan Terkait Kebakaran Lahan 2,5 Ha yang terjadi pada Senin 28 Maret 2022 di Wilayah hukum Polsek BAB Tapan bersama dengan Unsur Dinas Terkait dqri Kabupaten dan Provinsi Sumbar.

Kali ini yang turun ke lokasi antara lain Tim Gabungan dari Kabupaten dan Provinsi Sumatera Barat.

Yakni dalam rangka penanggulangan dan penyelidikan titik api (hotspot) di wilayah hukum Polres Pessel. Rabu 30 Maret 2022 Jam 10.00 wib s/d 18.00 Wib bertempat di Kampung Air Batu Nagari Ampang Tulak Kec. BAB Tapan Kab. Pessel

Adapun Personil yang melaksanakan :
1. AKP Hendra Yose, SH, M.H ( Kasat Reskrim);
2. IPTU Gusmanto, M, SH, M.Si (Kapolsek BAB Tapan) dan 3 anggotanya.
3. Ipda Andrio Saputra ( Kanit Tipiter);
4. Briptu Maizarli Irfandi (Ba Unit Tipiter);
5. Briptu Zulhendra (Ba Unit Tipiter);

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan bersama – sama dengan instansi terkait, Sbb :
1. TNI (Koramil Panso) : 2 org;
2. Satgas Karhutla Dishut prov sumbar : 7 org;
3. Brigade Karhutla Pessel : 8 org;
4. Dalops Manggala Aqni KLHK : 10 org;
5. Tim BPBD Kab. Pessel : 11 org;
6. Tim BKSDA : 3 org;
7. Damkar Pessel : 1 org;
8. Walinagari Ampang Tulak dan masyarakat : 13 org.

Kegiatan Tim dilapangan dimulai dari penanggulangan dan penyelidikan lokasi titik api yang terpantau pada aplikasi Lapan Fire Hotspot dan aplikasi SIPONGI di Kampung Air Batu Nagari Ampang Tulak Kec. BAB Tapan Kab. Pessel.

Dengan titik koordinat lokasi adalah 2.12517391S, 101.04236326E. penanggulangan dilakukan dengan cara memadamkan api dengan menggunakan 4 unit Mesin Multipam Apung milik Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar dan BPBD Kab. Pessel, api yang membakar lahan dapat dipadamkan pada pukul 17.00 wib.

Adapun jumlah lahan yang terbakar sekitar 2,5 hektare dari luas perkebunan keseluruhan sekitar 20 hektare.

Dimana pemilik lahan yang terbakar, sebagai berikut, An. D (52) Th, domisili Kampung Air Batu Ken. Ampang Tulak Tapan Kec. BAB Tapan.

Jumah lahan yg terbakar sekitar 0,5 hektare sudah ditanami sawit umur 2 tahun, dari 3 hektare keseluruhan lahan yang dimiliki.

Yang kedua An. A (48) Th, domisili Kampung Air Dingin Ken. Bukit Buai Tapan Kec. BAB Tapan Kab. Pessel
Jumah lahan yang terbakar sekitar 1 hektare sudah ditanami sawit umur 2 tahun, dari 2 hektare keseluruhan lahan yang dimiliki.

Yang ketiga An. I (50) Th, domisili Kampung Air Batu Ken. Ampang Tulak Tapan Kec. BAB Tapan Kab. Pessel
Jumah lahan yg terbakar sekitar 1 hektare sudah ditanami sawit umur 2 tahun, dari 2 hektare keseluruhan lahan yang dimiliki.

Kasat Reskrim AKP Hendra Yose, SH, M.H menjelaskan, akan menindak lanjuti kejadian kebakaran lahan tersebut dengan melakukan rangkaian penyelidikan terhadap penyebab kebakaran lahan, dengan mengundang klarifikasi dan permintaan keterangan pihak terkait serta akan dilaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kapolres Pessel.

Kasat Reskrim AKP Hendra Yose, SH, M.H mengutarakan, kami bersinergi dilapangan untuk melaksanakan penyelidikan tentunya akan berproses hukum apabila ditemukan unsur pidana dengan sengaja dan/atau karena lalai akibatkan kebakaran ini.

Sekarang api sudah dapat dipadamkan namun berhubung ini lahan gambut tentunya perlu pendinginan secara terus menerus disiram agar api tidak membesar kembali, nantinya instansi setempat yang meneruskan.

Kapolsek BAB Tapan IPTU GUSMANTO. M. SH. M.Si mengatakan, Tim bekerja sama menemukan apa yang menyebabkan lahan terbakar, hingga saat sekarang Api yang membakar Lahan Perkebunan Sawit Masyarakat tersebut belum diketahui pasti penyebabnya, lebih jelasnya nanti hasil penyelidikanlah yang menentukan.

Selanjutnya dalam kegiatan tersebut Kapolsek BAB Tapan beserta Personil dan Wali Nagari serta instansi terkait menyempatkan mampir di rumah – rumah masyarakat Petani sekitar di lokasi tersebut untuk bersosialisasi dan menyampaikan agar tidak melakukan pembakaran dilahan sebagai langkah antisipasi terjadinya Karhutla di Wilkum Polsek BAB Tapan.

Mencegah lebih baik dari pada sudah membesar tidak bisa dikendalikan lagi karena efeknya gangguan pernapasan dan polusi udara bahkan bencana lebih besar lagi, tidak menutup kemungkinan memakan korban jiwa, tutup Kapolsek.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *