Jajaran Polsek di Polres Pessel Gelar Operasi Yustisi Dukung PPKM

TNS – Dalam penegakan protokol kesehatan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM) hampir setiap hari dilakukan,  tidak hanya di lakukan di pusat kabupaten melainkan di setiap Kecamatan termasuk Polsek juga melaksanakan dengan melibatkan aparat gabungan Forkompimca yang terdiri dari Babinsa TNI, Satpol PP dan stackholder lainnya dilokasi antara lain disekitar pasar, jalan dan Objek Wisata atau tempat lainya yang menimbulkan kerumunan dan tanpa Prokes yang dilakukan oleh Tim Pemburu Covid-19.

Kegiatan itu dipimpin Kapolsek setempat sehubungan dengan bertambahnya grafik peningkatan yang terkena Covid meningkat akhir – akhir ini.

Dalam mendukung PPKM, kemarin hari Kamis, 15 Juli 2021 sebanyak 6 Polsek melaksanakan operasi yustisi, yang antara lain :

– Polsek Koto XI Tarusan 25 Penindakan.

– Polsek Bayang 25 Penindakan.

– Polsek IV Jurai 18 Penindakan.

– Polsek Lengayang 20 Penindakan.

– Polsek Ranah Pesisir 15 Penindakan.

– Polsek BAB Tapan 20 Penindakan.

“Ini bukti keseriusan kita bersama dengan melakukan penegakan hukum prokes bagi yang melanggar aturan yang sudah di tetapkan” kata Kapolres Pesisir Selatan AKBP Sri Wibowo, SH, M.H.

Sebelumnya, kata Kapolres penegakan prokes masih di beri kelonggaran ketika ada yang melanggar prokes dan penindakan di beri sanksi, sosial, push-up dan yang lainnya.

“Sekarang kita tidak lagi tahap sosialisasi, tapi di lakukan penegakan hukumnya, sehingga bagi yang melanggar prokes ada efek jera ketika di beri sanksi denda atau kurungan,” tegas Kapolres.

Seperti di ketahui bagi pelanggar prokes di lakukan pendataan, bagi yang sudah tiga kali berturut-turut melakukan kesalahan yang terdata didalam aplikasi sipelada di lakukan sidang tipiring melalui virtual dengan hakim.

“Apabila pelanggar prokes dinyatakan bersalah di beri sanksi denda atau kurungan sesuai perda nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB),” katanya.

Dalam penegakan disiplin prokes ini,  kita tetap konsisten, apalagi pasca hari raya idul adha, mobilitas akan banyak, maka yang di antispasi itu massa kerumunan, ujar nya.

Pada kesempatan itu, Kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik, kalau dapat hindari dulu untuk berkumpul, mengingat kondisi saat ini masih pandemi demi keselamatan bersama dan tetap patuhi 5 M.(*)

 

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *