Tingkatkan Pencegahan, Tim Gabungan Polres Pessel beri Sanksi Tegas ke Pelanggar Prokes Covod 19

TNS – Dalam penegakan protokol kesehatan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM) tidak hanya di lakukan di pusat kabupaten saja melainkan di setiap kecamatan termasuk Polsek juga melaksanakan dengan melibatkan aparat gabungan yang terdiri dari Babinsa TNI, Satpol PP dan stackholder lainnya dengan lokasi antara lain disekitar pasar, jalan dan Objek Wisata atau tempat lainya yang menimbulkan kerumunan dan tanpa Prokes yang dilakukan oleh Tim Pemburu Covid-19 dipimpin Kapolsek dan Wakapolseknya ditambah dengan grafik peningkatan yang terkena Covid meningkat akhir – akhir ini.

Seperti halnya yang dilakukan oleh 4 Polsek dijajaran Polres Pessel yang selalu aktif melaksanakan kegiatan penertiban, untuk hari ini Kamis 17 Juni 2021 antara lain Polsek XI Koto Tarusan dengan 25 Penindakan, Polsek Bayang dengan 25 Penindakan, Polsek IV Jurai dengan 20 Penindakan dan Polsek Lengayang dengan 10 Penindakan.

“Ini bukti keseriusan kita bersama dengan melakukan penegakan hukum prokes bagi yang melanggar aturan yang sudah di tetapkan” kata Kapolres Pesisir Selatan AKBP SRI WIBOWO, SH, M.H.

Sebelumnya, kata Kapolres penegakan prokes masih di beri kelonggaran ketika ada yang melanggar prokes dan penindakan di beri sanksi, sosial, push-up dan yang lainnya.

“Sekarang kita tidak lagi tahap sosialisasi, tapi di lakukan penegakan hukumnya, sehingga bagi yang melanggar prokes ada efek jera ketika di beri sanksi denda atau kurungan” kata Kapolres.

Seperti di ketahui bagi pelanggar prokes di lakukan pendataan, bagi yang sudah tiga kali berturut-turut melakukan kesalahan yang terdata didalam aplikasi sipelada di lakukan sidang tipiring melalui virtual dengan hakim.

“Apabila pelanggar prokes di nyatakan bersalah di beri sanksi denda atau kurungan sesuai perda nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)” ucap Kapolres. Dalam penegakan disiplin prokes ini, kata Kapolres kita tetap konsisten, apalagi pasca hari raya idul Fitri, mobilitas akan banyak, maka yang di antispasi itu massa kerumunan.

Pada kesempatan itu, Kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik, kalau dapat hindari dulu untuk berkumpul, mengingat kondisi saat ini masih pandemi demi keselamatan bersama dan tetap patuhi 5 M. Yang mana dalam kegiatan tersebut selain melakukan Peneguran secara Lisan dan Tertulis terhadap Pelanggar, Personil juga mengkampanyekan dan mengajak masyarakat supaya tetap mematuhi Protokol Kesehatan di Era PPKM ( Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ) Mikro dengan 5 M diantaranya sbb :

– Selalu memakai masker bila keluar rumah.
– Jaga jarak saat berkumpul diluar rumah.
– Cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir.
– Menghindari kerumunan.
– Mengurangi Mobilitas.

Sesuai PERDA ( Peraturan Daerah ) yang dikeluarkan oleh Pemerintahan Daerah Provinsi Sumatera Barat Perda Gubernur Nomor 6 Tahun 2020 mengenai Adaptasi Kebiasaan Baru dalam menghadapi masa Pandemi Covid-19 ini serta Sosialisasi mengenai Operasi Yustisi Covid-19.

Dalam hal ini Pemerintahan Daerah Provinsi Sumatera Barat sudah Mengeluarkan sekaligus Menerapkan Peraturan Daerah sebagai berikut :

1. Setiap orang yang berada di luar rumah tidak menggunakan masker dikenakan pidana kurungan selama 2 ( dua ) hari atau denda paling banyak Rp 250.000,- ( dua ratus lima puluh ribu rupiah ) apabila sanksi administrasi yang telah dijatuhkan tidak di patuhi atau melakukan pelanggaran lebih dari satu kali.

2. Denda administratif untuk orang berdasarkan hasil pelacakan mempunyai kontak erat dengan dan/atau terkonfirmasi positif tidak menerapkan karantina atau isolasi mandiri dikenakan denda Rp 500.000,- ( lima ratus ribu rupiah ).

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *