Polres Dharmasraya Ungkap Kasus Illegal Mining

TNS – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Dharmasraya berhasil mengungkap kasus penambangan tanpa izin (illegal mining) di kawasan Sungai Munggeh Koto Besar IV Nagari Koto Besar Kecamatan Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya, Selasa (12/1/2021).

Penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Suyatno, SH, Satreskrim Polres Dharmasraya bergabung dengan unit Reskrim Polsek Sungai Rumbai, Unit Reskrim Polsek Koto Baru.

Dalam kesempatan itu, petugas berhasil mengamankan lima orang pelaku illegal mining masing-masing berinisial I Pgl Irau (46), S (37) merupakan warga Kabupaten Dharmasraya, sementara tiga pelaku lainnya merupakan warga Provinsi Jambi masing-masing berinisial MRS Pgl Eko (43), M (46) dan N (45).

Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, S.I.K, M.T melalui Paur humas Aiptu Aidil Putra Tanjung membenarkan penangkapan tersebut,” benar tim gabungan Satreskrim Polres Dharmasraya dan unit Reskrim Polsek Sungai dan Polsek Koto Baru mengamankan lima orang tersangka penambangan tanpa izin,”ujarnya.

Ia menambahkannya, saat di TKP petugas tidak hanya menemukan aktivitas penambangan pasir tanpa izin, namun petugas juga menemukan aktivitas penambangan emas tanpa izin dengan menggunakan air raksa.

Dari penangkapan itu, petugas berhasil barang bukti berupa satu unit alat berat exapator merk hitachi warna orange, satu botol kecil air raksa / mercury, 3 unit mesin dompeng merek Tianli serta kelengkapan mesin masing-masing dompeng.

“Terhadap para pelaku telah melakukan Tindak Pidana Penambangan Tanpa Izin, sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 158 Undang-undang No.3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-undang  No.4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara Jo Pasal 55 KUHPidana. Diancam dengan ancaman Hukuman penjara 5 Tahun,” pungkasnya.(*)

 

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *