Tujuan Utama Bhabinkamtibmas: Menjaga dan Mencegah Kejahatan Kriminal yang Terjadi di Masyarakat

TNS – Polri adalah sebuah organisasi besar yang termasuk lembaga negara yang bertanggungjawab kepada Presiden RI, yang mempunyai tugas pokok untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terhadap masyarakat. Dalam melaksanakan tugasnya itu, Polri akan dihadapkan pada banyak permasalahan dalam masyarakat yang harus dapat di kelola agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga dengan baik. Ketika Polri gagal melakukan upaya deteksi dini, dan upaya penangkalan terhadap masalah yang akan akan muncul, maka kejahatan akan semakin berkembang.

Namun perkembangan yang terjadi pada kejahatan tersebut juga harus diimbangi dengan kemampuan Polri untuk dapat menangani setiap masalah yang terjadi, baik secara pre-emtif, preventif maupun kuratif melalui penangkalan, pencegahan dan penanganan suatu masalah. Masalah kriminal tersebut seperti adanya seks bebas, narkoba, Curanmor, Miras,yang menjadi tujuan utama Bhabinkamtibnas dalam menjaga dan mencegah kejahatan kriminal yang terjadi di masyarakat.

Bhabinkamtibmas adalah pengemban Polmas ( Polisi Masyarakat ) di Desa atau Kelurahan, dan Bhabinkamtibmas mempunyai fungsi sebagai berikut ; Melaksanakan kunjungan / sambang kepada masyarakat untuk mendengarkan keluhan warga masyarakat tentang permasalahan Kamtibmas dan memberikan penjelasan serta penyelesaiannya bahkan memelihara hubungan silaturahmi/persaudaraan, Membimbing dan memberikan penyuluhan dibidang Hukum serta Kamtibmas untuk meningkatkan Kesadaran Hukum serta Kamtibmas dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM), Menyebarluaskan informasi tentang kebijakan Pimpinan Polri yang berkaitan dengan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas ), Mendorong pelaksanaan siskamling dalam pengamanan lingkungan serta kegiatan masyarakat, Memberikan pelayanan Kepolisian kepada masyarakat yang memerlukan, Menggerakkan kegiatan masyarakat yang bersifat positif, Mengkoordinasikan upaya pembinaan Kamtibmas dengan Perangkat Desa/Kelurahan serta pihak-pihak terkait lainnya, Melaksanakan konsultasi, mediasi ,negosiasi, dan   fasilitasi dan motivasi kepada masyarakat dalam Harkamtibmas dan pemecahan masalah kejahatan maupun sosial.

Ada 3 macam senjata ampuh dari Bhabinkamtibmas didalam pelaksanaan tugasnya dilapangan. Pertama Pendekatan Informatif,  salah satu cara paling tepat digunakan dalam penanggulangan tersebut adalah dengan cara pendekatan komunikasi informatif kepada tiap-tiap warga yang berdomisili ditempat tersebut dengan isi informasi yang benar-benar bisa diterima oleh seluruh warga yang ada.

Kedua Pendekatan Persuasif, pendekatan ini adalah usaha untuk mengubah sikap melalui penggunaan pesan, berfokus terutama pada karakteristik komunikator dan pendengar. Sehingga komunikasi persuasif lebih jelasnya merupakan komunikasi yang berusaha untuk mengubah sikap receiver melalui penggunaan pesan yang dilakukan sender. Pada pendekatan yang menggunakan strategi komunikasi persuasif adalah salah satu pendekatan yang digunakan anggota kepolisian adalah pendekatan persuasif ini karena pendekatan ini dianggap merupakan strategi komunikasi yang mengandung unsur bujukan yang tepat meskipun diakui masih saja terjadi pertikaian yang mengakibatkan kerugian bersama. Melakukan Kontak langsung dan mengajak masyarakat untuk tetap menciptakan ketenangan dalam bermasyarakat adalah merupakan salah satu bentuk pendekatan komunkasi persuasif yang di lakukan oleh anggota Kepolisian dalam menjalin kemitraan pada. Komunikasi persuasif merupakan salah satu bentuk penerapan komunikasi antar personal dan penanggulangan sikap anarkis masyarakat, Polri sebagai penegak hukum menggunakan komunikasi tersebut melalui peran anggota Bhabinkamtibmas.

Ketiga Pendekatan Koersif yaitu salah satu solusi pada bentuk pendekatan komunikasi Bhabinkamtibmas dalam menjalin kemitraan pada masyarakat.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Limau Polres Pariaman Aipda Yoffi Afrianto dengan wilayah binaannya di Nagari Guguak Kuranji Hilir ini melaksanakan sambang dan silaturahmi dengan Syamsul Bahri selaku ketua teknis PUPR Pusat dan PUPR Provinsi, PUPR Kabupaten serta Team BPK dalam program Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya ( BSPS ).

Dalam kegiatan itu, Aipda Yoffi bersama Wali Nagari dan Bhabinkamtibmas untuk monitoring melekat antisipasi permasalahan yang ada dalam pelaksanaan BSPS yang berjumlah 77 unit rumah BSPS.(*)

 

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *