Polres Payakumbuh Tangkap Polwan Gadungan

TNS – Polres Payakumbuh melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim ) Polres Payakumbuh,  berhasil menangkap seorang wanita berinisial WST, 43 tahun, karena diduga melakukan penipuan dengan mengaku sebagai oknum polisi wanita (polwan).

Informasi tersebut diketahui saat dilaksanakannya konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan di kantor Polres setempat, Rabu (26/8) Mekaren

Informasinya, perempuan paruh baya tersebut ditangkap berdasarkan empat laporan yang masuk ke polisi, tiga diantaranya yakni LP/K/244/VIII/2020, tanggal 12 Agustus 2020 dengan pelapor berinisial S, LP/K/245/VIII/2020, tanggal 12 Agustus 2020, pelapor berinisial SE, dan LP/K/246/VIII/2020, tanggal 12 Agustus 2020. atas kejadian itu para korban mengalami kerugian  diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Itu laporan yang masuk ke kami ada tiga laporan, sementara satu lagi ada di Muara Enim, Sumatera Selatan,” ujar Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP Rosyid, Rabu, 27 Agustus 2020.

Belakangan diketahui, para korban yang ditipu oleh pelaku masih merupakan suami siri yang merupakan warga Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Hal tersebut terungkap dari sejumlah laporan ke polisi dan hasil penyelidikan yang dilakukan aparat.

“Jadi pelaku ini merupakan istri dari S yang dinikahi secara siri, keluarga suaminya tahu sama pelaku, mereka hanya tahu pelaku bertugas di Polda Metro Jaya,” katanya.

Modus yang dilancarkan oleh pelaku adalah dengan mengajak sejumlah calon korbannya untuk masuk menjadi bintara Polri dengan penempatan di Polda Sumatera Selatan. Ia mengaku bertugas di Polda Metro Jaya dengan pangkat AKBP dan mengklaim bisa meloloskan para korbannya menjadi anggota kepolisian.

“Terungkapnya setelah para korban ini melaporkan kejadian itu ke polisi dan mencium ada sesuatu yang tidak beres, mulanya kami menangkap suaminya di Muara Enim, Sumsel pada Rabu, 19 Agustus 2020,” katanya.

Usai menangkap suami pelaku, Polisi kemudian menangkap WST di Kota Depok, Jawa Barat pada Kamis, 20 Agustus 2020 atau selang sehari penangkapan S.

“Disana terungkap bahwa dirinya juga menjadi korban lantaran tidak mengetahui istrinya merupakan seorang polisi gadungan dan telah mengajak keluarganya untuk menerima tawaran istri sirinya tersebut bergabung jadi anggota Polri karena semua urusan itu langsung diambil alih oleh WST,” katanya.

Rosyid mengatakan, korban dan keluarga korban melakukan pertemuan dengan pelaku dengan cara diminta datang ke Palembang dan menginap di salah satu hotel di Kota Palembang, untuk menyaksikan keberangkatan calon peserta didik yang dinyatakan lulus dan terpilih dalam seleksi penerimaan Bintara Polri tugas umum ke SPN Betung Polda Sumsel tanpa tahapan seleksi formal.

“Dengan alasan uang pelicin, tersangka meminta uang kepada para korban Rp sebesar Rp 100 juta. Setelah korban bertemu dengan tersangka di hotel tersebut dan tersangka meminta lagi sejumlah uang, tersangka kabur meninggalkan korban, setelah ditelusuri latar belakang tersangka di Palembang, baru diketahui bahwa tersangka bukanlah seorang anggota Polri,” katanya.

Saat ini polisi telah menahan WST di sel tahanan Mapolres Payakumbuh. Polisi juga menyita barang bukti dari pasangan suami istri itu, diantaranya lima unit gadget, satu lembar buku ATM BRI atas nama Siti Masturo, ATM BCA atas nama Nuraini, serta tabungan BNI dan ATM atas nama Sabar.

“(Pelaku) sudah kami tahan. Untuk kerugian akibat kejadian ini mencapai Rp 204 juta rupiah. Sejauh ini pelaku bukan merupakan residivis dan dia juga baru melakukan aksi kejahatannya ini,” pungkasnya.(*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *