Pilkada Serentak Sumbar, Polda Sumbar Waspadai Money Politik

TNS – Polda Sumatera Barat mewaspadai politik uang (money politic) di masa pandemi virus Corona (Covid-19). Kewaspadaan ini seiring telah dilanjutkannya kembali tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 di Sumbar. Para Kapolres pun diminta untuk mengawasinya.

“Laporan dari intel pun sampai sekarang ini kan baru mulai berjalan ya (tahapan Pilkada), tetapi ini biasanya pasti dalam setiap kegiatan pemilu itu yang kita tahu memang kita harus antisipasi terkait dengan ini (politik uang),” kata Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH.

Dikatakan, untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi politik uang tersebut, pihaknya bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kejaksaan, serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membentuk tim penegakan hukum terpadu (Gakkumdu).

“Gakkumdu sudah (dibentuk). Kita sudah menyusun itu sejak lama, jadi makanya informasi tentang keanggotaan Gakkumdu sendiri sudah kita beri kepada KPU, Bawaslu, kemudian kita sudah pernah bertemu dengan Kejaksaan untuk merumuskan tentang masalah mekanisme teknis dalam penanganan tersebut,” ujarnya.

Irjen Pol Toni juga sudah menekankan hal ini kepada setiap Kasatwil (Kepala Satuan Wilayah) atau Kapolres, supaya lebih peka dan membaca situasi yang terjadi di wilayah masing-masing, sehingga lebih siap menghadapi isu yang berkaitan dengan Pilkada ini, termasuk pengamanan.

“Selain itu, juga melihat pemetaan-pemetaan permasalahan yang ada di wilayahnya lagi kan. Kita tahu bahwa ada karakteristik yang dimiliki di wilayah tertentu yang memang juga punya potensi tertentu, dari mungkin para calonnya berasal tempat itu atau juga yang berhubungan dengan kegiatan Pilkadanya itu sendiri,” terangnya.

Untuk mengamankan Pilkada 2020, Polda Sumbar akan menurunkan 2/3 personel Polri dari kekuatan yang dimiliki. Seluruh personel yang ditugaskan, akan ditempatkan di KPU, Bawaslu, termasuk pengawalan melekat kepada calon dengan melaksanakan tugas secara humanis.

“Ya, nanti pada eskalasi mana kita akan segera posisikan itu, (penempatan personel Polri di Bawaslu dan KPU), kan biasanya ada eskalasi tahapan memerlukan mereka untuk kita beri pengamanan khusus,” tutur Kapolda.

“Ini kan dalam proses juga (pengawalan melekat terhadap calon), karena ada pengunduran waktu kegiatan-kegiatan. Pelatihan terhadap para pengawalnya sudah, sementara kita ini, tetapi dengan agenda yang baru ini diputuskan bulan Desember, kita akan segera mulai,” tambah Irjen Pol Toni. (*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *