Polres Bukittinggi Ungkap Kasus Penelantaran Anak

TNS – Kasus penelataran anak yang sempat menggegerkan Kota Bukittinggi pada Minggu, (7/6) lalu, akhirnya berhasil di ungkap oleh jajaran Polres Bukittinggi.

Pelakunya adalah ayah dari sang bayi berinisial A (17) yang masih dibawah umur, dan L (21) ibu si bayi, berhasil diamankan jajaran Opsnal Polsek Kota Bukittinggi pada Sabtu, (13/6).

Dari hasil pemeriksaan penyidik unit PPA (Perlindungan Perempuan Anak) Sat Reskrim Polres Bukittinggi, ayah sang bayi sengaja menelantarkan sang anak dengan cara berpura-pura telah menemukan bayinya sendiri. Kemudian, menyerahkan kepada warga di kawasan Tugu Tigo Baleh Kota Bukittinggi.

Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso, S.Ik. MH melalui Kasat Reskrim AKP Chairul Amri Nasution, S.Ik menjelaskan, penangkapan berawal dari hasil penyelidikan Opsnal Polsek Kota Bukittinggi.

Bermodalkan barcode baju yang di beli sang ayah di salah satu toko baju anak-anak di Kota Bukittinggi, yang mana baju tersebut di letakkan sang ayah di dalam kardus tempat bayi tersebut diserahkan kepada masyarakat.

“Dari barcode itulah, petugas menggali informasi ke toko tempat baju itu di beli oleh sang ayah A,” ucap AKP Chairul Amri Nasution.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi ini menambahkan, bayi tidak berdosa tersebut merupakan hasil hubungan di luar nikah. Lantaran tidak ingin diketahui oleh orang tua masing-masing dan malu memiliki anak dari hubungan di luar nikah, membuat sang ayah tega menelantarkan anaknya sendiri dengan berpura-pura telah menemukan bayi tersebut dan menyerahkannya kepada warga.

Terhadap sang ayah berinisial A yang masih di bawah umur tersebut dipersangkakan melanggar pasal 77 Jo 76 b UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 305 KUH Pidana Jo UU 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak dengan ancaman 5 Tahun penjara.

“Sedang pelaku L dipersangkakan melanggar Pasal 77 Jo 76 b UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 305 KUH Pidana Jo Pasal 55 dan 56 KUH Pidana dengan ancaman 5 Tahun Penjara,” pungkasnya. (*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *