Cegah Penyebaran Virus Corona, Gugus Tugas Gencar Berikan Imbauan kepada Pengurus dan Jemaah Mesjid

TNS – Sejumlah Mesjid di Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota masih ditemukan melaksanakan sholat berjamaah dan tarawih meskipun sudah menerima himbauan baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten/kota dan diberlakukan Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB).

Melihat hall ini, Polres Payakumbuh dan Polsek jajaran bersama stakehoder terus gencar melakukan upaya mitigasi dengan mengedukasi pengurus dan jamaah Mesjid, agar mendukung himbauan pemerintah untuk tidak dulu shalat berjamaah di Mesjid.

Patroli gabungan Gugus Tugas Kota Payakumbuh, Jum’at (24/4) lalu menemukan banyak Mesjid yang sudah tidak menggelar Shalat Jum’at dan memberi himbauan kepada beberapa masjid yang berdasarkan laporan masyarakat masih menggelar Shalat Jum’at.

Himbauan secara bersama dengan perangkat daerah, tokoh agama dan masyarakat dilakukan di beberapa Mesjid di Nagari Situjuh Limo Nagari. Kanit Binmas Polsek Situjuh Limo Nagari Aiptu Gustriwan bersama Wali Nagari, tokoh adat dan tokoh masyarakat memberikan himbauan kepada pengurus dan jamaah Mesjid Baiturrahman Jorong Padang Jariang.

Selain itu, Bhabinkamtibmas Polsek Situjuh Limo Nagari, Aipda Ayun Muliadi juga memberikan himbauan kepada jamaah sholat tarawih di Mesjid Muslihin Jorong Padang Ambacang, Nagari Situjuh Banda Dalam, Kecamatan Situjuh Limo Nagari.

Dalam imbauannya, Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas mengajak jamaah dan pengurus mesjid untuk sementara tidak melaksanakan sholat berjamaah terlebih dahulu, berhubung sedang mewabahnya virus corona (covid-19) saat ini.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Situjuh Limo Nagari Iptu Yuliarman menuturkan himbauan tersebut bertujuan untuk menghindari penyebaran virus corona.

Hal yang sama juga dilakukan di wilayah hukum Polsek Luhak. Bhabinkamtibmas Brigadir Suprayetno bersama Wali Nagari Balai Panjang, ketua MUI Kec. Lareh Sago Halaban, pengurus masjid dan mushalla, tokoh agama dan tokoh masyarakat melakukan musyawarah untuk menindaklanjuti PSBB yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam musyawarah tersebut kata Kapolsek Luhak, AKP Amirwan telah disepakati beberapa point ketentuan PSBB termasuk di antaranya tidak melaksanakan shalat berjamaah di mesjid untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Di wilayah hukum Polsek Akabiluru, Kapolsek Iptu Gusnawar juga mengingatkan jamaah Masjid Al-Furqan Piladang yang masih melaksanakan shalat tarawih.

“Setelah diberi beri himbauan, pengurus mesjid berjanji untuk malam itu saja melaksanakan tarawih selanjutnya akan mematuhi himbauan pemerintah”, ujar Iptu Gusnawar.

Terkait upaya jajarannya tersebut, Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan mengatakan, baik di Kota Payakumbuh maupun Kab. 50 Kota yang masuk dalam wilayah hukum Polres Payakumbuh sudah dilakukan koordinasi antara pemerintah, Kemenag, MUI dan pengurus masjid.

Menutur Kapolres, sekalipun ada mesjid yang masih saja melaksanakan shalat berjamaah, namun ada banyak juga mesjid secara sadar mematuhi himbauan pemerintah.

“Diantaranya ada yang memasang spanduk bertuliskan Tidak Melaksanakan Shalat Berjamaah, Shalat Jumat dan Tarawih di Masjid,“ ujar AKBP Dony.

Kapolres Payakumbuh mencontohkan beberapa contoh penyebaran virus corona di Masjid. Pada pertengahan Maret 2020 di Mesjid Jami Kebon Jeruk Jakarta Barat, ditemukan 3 orang jemaah terinfeksi Covid-19 sehingga 300 jemaah lainnya harus diisolasi di Mesjid.

“Dari ratusan jemaah tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan terdapat 73 orang yang dinyatakan positif Covid-19,” ungkapnya.

Contoh berikutnya ujar Kapolres, 13 warga negara asing jamaah tabligh positif terinfeksi virus corona sehingga 147 orang jamaah tabligh lainnya harus menjalani isolasi di Masjid Al-Muttaqien, Sunter Agung Kec. Tanjung Priok Jakarta Utara sejak 3 April lalu.

Selanjutnya sebagaimana diberitakan tanggal 27 April 2020, Pemerintah Kab Bangka akan mengisolasi 3 masjid, setelah diketahui salah satu jamaah tabligh yang dinyatakan positif Corona pernah shalat di ketiga masjid tersebut.

Kemudian, hal yang sama terjadi juga di Bengkulu. Masjid Agung At Taqwa Kota Bengkulu harus diisolasi setelah diketahui salah satu jamaah tablig yang sering beribadah dan berinteraksi cukup lama di masjid tersebut meninggal dunia akibat Covid-19.

“Ini agenda bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ke depan, dibutuhkan kerja sama yang berkelanjutan untuk menyadarkan masyarakat,” terang Kapolres.

Lanjutnya, apalagi saat ini di Payakumbuh sudah terjadi transmisi lokal, dimana 2 orang warga Payakumbuh dinyatakan positif Covid-19.

“Jamaah masjid tentu tidak dapat memastikan bahwa jamaah yang lainnya tertib isolasi mandiri di rumah atau melakukan perjalanan ke daerah terjangkit, atau bahkan melakukan kontak dengan pembawa virus“, pungkasnya. (*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *