Pasca Serangan Teroris di Riau, Polda Sumbar dan Jajaran Tingkatkan Kewaspadaan

TNS – Pasca dilakukannya penangkapan dan ditembak matinya terduga teroris di Pelalawan, Provinsi Riau pada hari Kamis tanggal 6 Februari 2020 yang lalu, Polda Sumbar dan jajarannya meningkatkan kewaspadaan.

Penekanan itu disampaikan Kapolda Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH kepada pejabat utama, Kasatwil dan seluruh personel kepolisian agar tetap waspada, baik sedang bertugas di Mako maupun di lokasi lainnya.

“Ya, itu instruksi Pak Kapolda agar meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan terhadap Mako maupun personel sendiri,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu, Jumat (7/2) sore.

Selain meningkatkan kewaspadaan, pihak Polda Sumbar, Polres, hingga tingkat Polsek dan Pos Polisi juga meningkatkan pengamanan markas komando (Mako).

Sebelumnya, serangan terduga teroris yang diduga dari jaringan Jemaah Ansharut Daulah Jambi, melemparkan bom pipa ke arah Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri dan Polda Riau, saat hendak ditangkap.

Pelaku warga Padang Lamo, Desa Teluk Pandan Rambahan, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo Ulu, Jambi, ini tewas usai dilumpuhkan dengan timah panas.

Sedangkan, seorang anggota polisi berpangkat AKP, mengalami luka-luka akibat lemparan bom pipa yang dibawa terduga pelaku kriminal tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada sekitar pukul 18.25 WIB, Kamis (6/2), di Desa Tolam, Kecamatan Bunut, berbatasan dengan SP ll, Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Terduga teroris itu berinisial WF (29) alias Ibnu Thayyi.

Menurut informasi, pelaku menumpang kapal ponton pengangkut kayu yang melintas dari Sungai Kampar, Desa Tolam, Kecamatan Bunut. Namun, pergerakan WF ternyata sudah terpantau Tim Densus 88. Densus 88 kemudian mengepung kapal ponton yang ditumpangi WF.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *