Kapolda Sumbar Sambut Kedatangan Jaringan Pemred Sumbar (JPS), Bahas Tentang Kamtibmas

TNS – Kelompok media massa (cetak, elektronik, dan online) yang tergabung dalam Jaringan Pemred Sumbar (JPS), tadi siang berkunjung ke Polda Sumbar, Selasa (4/2).

Kedatangan para perwakilan Pemred ini, selain bersilaturahmi bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs Toni Harmanto, MH, juga untuk melakukan audiensi, terkait situasi kamtibmas di wilayah Sumbar.

Dalam pertemuan berlangsung cair ini, hadir Koordinator JPS Heri Sugiarto (GM/Pemred Padek.co) bersama Rakhmatul Akbar (Pemred Haluan), Revdi Iwan Syahputera (Pemred Padek), Isa Kurniawan (Pemred Forumsumbar.com) dan Adrian Tuswandi (owner tribunsumbar.com).

Sedangkan Kapolda Sumbar, ikut mendampinginya Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, S.Ik.

Diawal pembahasan, tingkat kriminalitas di Provinsi Sumbar diketahui menduduki peringkat ketujuh dari 34 provinsi di Indonesia. Kondisi tersebut membutuhkan peran serta bersama semua pihak (stakeholder) untuk mengatasinya, termasuk peran dari media massa.

Apalagi, tidak lama lagi 11 Kabupaten dan dua Kota serta Provinsi Sumatera Barat, akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak.

Untuk itu, media massa yang tergabung di JPS diharapkan bisa bersinergi memperkuat kondusivitas daerah dengan lewat informasi-informasi yang membangun kesadaran publik tentang arti penting menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta ikut melawan berita hoax (berita bohong) yang belum tentu kebenarannya.

“Ini tantangan bagi Polda dan semua stakehokder di Sumbar. Dari teori kriminalitas, seharusnya Sumbar lebih rendah lagi (tingkat kriminalitasnya, red). Apalagi dari sisi geografis dan jumlah penduduk tidak sepadat daerah Jawa,” jelas Irjen Pol Toni.

Menurut Kapolda Sumbar, tingginya tingkat kriminalitas tersebut menjadi atensi Polda Sumbar. Saat ini masih didominasi oleh pencurian dengan pemberatan (curat), disusul pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan narkoba.

“Oleh karena itu, kami di Polda tiap hari melakukan analisa dan penindakan sesuai aturan perundang-undangan, termasuk soal tawuran dan begal yang belakangan heboh di Kota Padang. Hal itu juga sudah diatensi Kapolres bersama jajaran dengan patroli rutin dan terapi,” tegasnya merespons informasi anggota DPD RI Emma Yohanna yang disampaikan Isa Kurniawan.

Terkait pilkada, Polda Sumbar memperkirakan isu yang mesti jadi perhatian adalah soal pembunuhan karakter, kampanye hitam, hoax yang biasanya ramai di media sosial dan potensi politik uang.

“Media massa, rekan-rekan pers mesti mampu menjadi penyejuk suasana Pilkada Sumbar 2020 agar tetap kondusif,” tuturnya.

Kapolda juga menyinggung, soal hasil survei indeks demokrasi Sumbar yang berada di peringkat lima terendah di Indonesia.

“Saya dan Pak Gubernur sama-sama tidak menyangka juga. Namun ini jadi tugas bersama berbagai stakeholder di Sumbar. Pers juga berperan penting menaikan indeks demokrasi Sumbar ini,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator JPS Heri Sugiarto menegaskan JPS merupakan wadah cair berhimpun para pemred media cetak, online dan elektronik di Sumbar. Wadah independen yang tidak berafiliasi pada kepentingan politik  manapun. Orientasinya untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan Sumbar.

“Pemred di JPS memiliki kesamaan visi memajukan Sumbar dan seperti apa pemimpinnya ke depan. Menyiapkan formula dengan menggali potensi dan persoalan riil sehingga itu menjadi bahan bagi pemimpin Sumbar, siapapun yang terpilih nantinya,” kata Heri.

Owner TribunSumbar.com, Adrian Tuswandi menambahkan, untuk menyiapkan formula pemimpin Sumbar ke depan, sebelumnya JPS telah menggali persoalan riil Sumbar di bidang ekonomi, kemiskinan dan pengangguran dari Perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar.

“Banyak data yang kami peroleh dari BI, OJK dan BPS. Nah, hari ini kami gali bagaimana kesiapan Polda Sumbar dalam mengatasi persoalan kriminalitas dan menjaga kondusivitas daerah hadapi pilkada. Semua itu jadi bahan bagi pemimpin Sumbar ke depan sehingga benar-benar tahu persoalan dan bagaimana solusi konkret mengatasinya,” jelas Adrian yang akrab disapa Toaik itu.(*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *