Waspada Terjadinya Banjir, Polres Payakumbuh Bersihkan Sungai

TNS – Bentuk kepedulian terhadap lingkungan, diperlihatkan oleh jajaran Polres Payakumbuh.

Kemarin, bersama pihak TNI (Koramil 01 Payakumbuh) dan Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz beserta Dinas terkait, di sungai Batang Agam melaksanakan aksi bersih-bersih, Selasa (7/1) pagi.

Hal ini dikarenakan, melihat mulai banyaknya sampah di sungai Batang Agam.

Risih melihat kondisi tersebut, terlebih informasi dari BMKG akan ada curah hujan yang cukup tinggi di awal bulan Januari, jajaran Polres Payakumbuh mencoba untuk menginisiasi normalisasi sungai dengan peralatan seadanya.

Pembersihan di sungai Batang Agam ini, dilakukan dengan membuang sampah, material kayu dan pohon yang ada di sekitar sungai. Hal ini untuk menjaga kebersihan lingkungan, dan juga untuk kelancaran aliran sungai.

“Ini bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan. Apabila sungai lancar, bisa mencegah terjadinya banjir,” kata Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan saat dikonfirmasi.

Lanjut AKBP Dony, tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memulihkan kembali fungsi sungai sebagaimana mestinya sehingga sungai memiliki kapasitas yang cukup untuk mengalirkan hujan dengan intensitas tinggi, mengantisipasi banjir dengan cara mengatasi pendangkalan sungai, serta mengajak masyarakat sekitar dan instansi terkait untuk waspada bencana banjir.

“Sekarang saatnya kita memetakan faktor-faktor yang diduga penyebab terjadinya banjir, kita lakukan yang bisa kita lakukan, kita harus peduli mencegah dan mengantisipasi, jangan nanti sudah banjir baru pada turun,” ujarnya.

Selama kurang lebih 4 jam, jajaran Polres Payakumbuh dibantu oleh Pemkot Payakumbuh, Kodim 0306/50 Kota, BPPD Kota Payakumbuh dan masyarakat sekitar mengangkat material secara estafet dari dalam sungai ke dinding pinggir sungai hingga ke atas taman untuk diangkut menggunakan truk sampah.

Sebagian juga terlihat melakukan pemotongan terhadap pohon besar yang melintang di atas permukaan sungai, ada juga yang berusaha menarik pohon besar yang berada di dalam sungai dengan menggunakan tali secara bersama-sama.

Lanjutnya, aksi bersih sungai ini merupakan cara untuk mewaspadai terjadinya bencana. Apalagi, saat ini terjadi pendangkalan sungai sepanjang 100 meter.

“Ini akibat sampah kayu dan sampah masyarakat yang dibuang ke sungai,” jelasnya.

Selain itu, gotong royong membersihkan sungai dengan bersama TNI dan Pemerintah setempat, merupakan wujud sinergitas Polres Payakumbuh.

“Kami (Polres Payakumbuh) bersama stakeholder solid dan bersinergi. Bersama menjaga kamtibmas dan menjaga lingkungan,” tambahnya.

AKBP Dony Setiawan juga mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi membuangnya ke sungai.

“Sungai bukan tempat pembuangan sampah akhir. Mari sama-sama waspada bencana, dan kembalikan fungsi sungai,” ajaknya.

“Sampah-sampah tersebut didominasi oleh potongan kayu dan ranting serta sampah masyarakat yang menumpuk menyebabkan sampah lainnya berupa batu, sampah masyarakat, pasir nyangkut dan lama kelamaan membentuk dataran hingga ke atas permukaan. Kita harus mengembalikan fungsi sungai, sungai bukan tempat pembuangan sampah akhir,” terang AKBP Dony menambahkan.

Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz yang melihat semangat kebersamaan antara Polri, TNI, Pemkot dan masyarakat, juga ikut bersemangat ikut mengambil sampah. Selain itu, ia juga men mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan yang telah menginisiasi pembersihan sungai.

“Wah pak Kapolres, kami sangat berterima kasih atas inisiatif pak Kapolres sudah mau memulai kegiatan ini. Tadi ada rapat, begitu tau pak Kapolres turun ke Batang Agam, kami langsung tinggalkan rapat dan ikut bergabung. Kami mendapatkan energi yang besar dari Pak Kapolres dan kami akan lanjutkan kegiatan ini dengan normalisasi sungai. Kami akan siapkan alatnya,” tuturnya.

Sementara, Dandim 0306/50 Kota, Letkol Kav Ferry S. Lahe S.A.P yang mengerahkan jajarannya ikut mendukung kegiatan ini mengatakan bahwa pembersihan sungai untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat menjaga sungai.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat kedepannya tentang pentingnya dan menjaga setiap aliran sungai yang ada di Kota Payakumbuh, khususnya aliran sungai Batang Agam yang selama ini menjadi ikon kebanggaan warga Payakumbuh,” katanya.

Tokoh masyarakat sekitar, Dedi Hendri selaku Ketua Karang Taruna Nunang Daya Bangun dan Musarnis Ketua RT. 03, RW 02 Kel. Nunang Daya Bangun yang ikut turun membantu membersihkan sungai menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Kami sebagai tokoh masyarakat berterima kasih atas kegiatan yang dilakukan bapak Kapolres dan jajaran. Kami sudah lama mengeluh terkait pendangkalan sungai, Alhamdulillah justru pihak Polres mau memfasilitasinya,” ucapnya.

“Kami semua sangat antusias dengan adanya kegiatan yang positif ini. Kami usulkan agar kegiatan ini dilaksanakan rutin tiap bulan dan ada upaya dari Pemkot Payakumbuh untuk mengubah sungai ini menjadi tempat wisata,” pungkas tokoh masyarakat menambahkan.

AKBP Dony menambahkan, secara kesuluruhan kegiatan ini berjalan lancar meski ada beberapa anggotanya harus menjalani pengobatan karena luka ringan akibat tertusuk paku dan pecahan gelas.

“Kami jajaran Polres Payakumbuh berharap semoga dalam waktu dekat pemerintah kota akan melanjutkan normalisasi sungai dengan menggunakan alat berat karena selain kondisi sungai yang butuh perhatian, juga ada keluhan dari warga,” pungkasnya.(*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *