Sore Hari, Polisi Tangkap Seorang Pengedar Narkoba di Tanah Datar

TNS – Sore hari menjelang masuknya ibadah shalat ashar, seorang laki-laki berinisial UJ (32), ditangkap petugas Satnarkoba Polres Tanah Datar di Jorong Lompatan Nagari Barulak Kecamatan Tanjung Baru Kab. Tanah Datar, Kamis (14/11).

Pelaku ditangkap polisi yang berpakaian preman, saat tengah bertransaksi dengannya (under cover buy).

“Penangkapan dilakukan dengan penyamaran oleh petugas Satnarkoba”, kata Kapolres Tanah Datar AKBP Rokhmad Hari Purnomo, S.Ik melalui Kasat Narkoba Iptu Yaddi Purnama, SH dan Kasubbag Humas Iptu Marjoni Usman, SH.

Saat diamankan petugas, ditemukan barang bukti 1 buah plastik yang berisikan diduga narkotika jenis sabu, 5 buah plastik yang diduga berisikan bekas serbuk narkotika jenis sabu, 2 bungkus plastik bening yang diduga digunakan untuk pembungkus sabu, 1 buah dompet, 1 buah sendok pipet, 1 buah sarung tangan, dan 1 unit handphone merek Samsung warna hitam.

Dijelaskan Kasubbag Humas, penangkapan terhadap UJ ini setelah mendapat laporan dan informasi dari masyarakat, dimana pelaku sering menggunakan dan mengedarkan narkoba jenis sabu di sekitar lokasi.

“Informasi dari masyarakat tersebut, kemudian dilakukan penyelidikan oleh tim opsnal Satnarkoba Polres Tanah Datar untuk memastikannya”, katanya.

Selanjutnya, petugas yang menyamar sebagai pembeli mengontak pelaku untuk melakukan transaksi pembelian narkoba. Setelah itu, disepakati transaksi dilakukan di pinggir jalan TKP.

Disaat UJ memperlihatkan barang bukti satu buah sarung tangan yang di dalamnya terdapat sebuah dompet pembungkus yang ada plastik berisikan sabu, polisi yang menyamar beserta tim yang sudah berada di sekitar lokasi langsung mengamankan pelaku.

“Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti lainnya disekitar TKP, yaitu di teras rumah milik warga inisial SY”, ujar Iptu Marjoni Usman.

Dari pengakuan UJ, barang bukti tersebut merupakan miliknya yang ia simpan di teras rumah milik warga tanpa sepengetahuan pemilik rumah.

“Kepada pelaku disangkakan melanggar Pasal 114 (1), 112 (1), 127 (1) Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun”, pungkasnya.(*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *