Polda Sumbar Ungkap kasus Narkoba, Sekitar 2 Kg Sabu Disita

TNS – Direktorat Reserse Narkoba (Ditnarkoba) Polda Sumbar, kembali mengungkap peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Sumatera Barat.

Hal ini dikatakan oleh Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Syamsi, saat konferensi pers di Mapolda Sumbar, Selasa (29/10) yang didampingi oleh Wadirnarkoba Polda Sumbar AKBP Rudi Yulianto, S.Ik, Kasubbid Penmas dan Kanit Ditnarkoba Polda Sumbar.

“Beberapa hari yang lalu, Ditnarkoba Polda Sumbar menangkap tersangka satu orang dengan barang bukti cukup banyak”, kata Kombes Pol Syamsi.

Selanjutnya, Wadirnarkoba AKBP Rudi Yulianto, S.Ik menyampaikan bahwa kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu, baru saja diungkap dengan seorang tersangka pada hari Minggu tanggal 27 Oktober 2019 dini hari.

“Tersangka berinisial H asal Sungai Geringging Pariaman, ditangkap didalam sebuah Bus PT. SKR Jaya Transpor di daerah Sarilamak Kec. Harau Kab. 50 Kota”, ucapnya.

Dikatakannya, kronologis pengungkapan saat tim opsnal Ditnarkoba mendapatkan informasi adanya barang (narkotika) yang akan masuk ke wilayah Sumbar dari Pekanbaru Riau dengan menggunakan sebuah kendaraan bis.

“Kemudian tim melakukan penyelidikan dan mematangkan informasi hingga A1. Kami tugaskan tim dan dibantu Polres 50 Kota melakukan razia di lokasi”, jelasnya.

Saat melakukan penghentian atau razia terhadap bis tersebut, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap seluruh penumpang.

“Ketika diperiksa terhadap seluruh penumpang, terlihat tersangka H gelegatnya gelisah dan mencurigakan”, paparnya.

Melihat perilaku H yang tidak sebisanya, petugas langsung memeriksa barang bawaan yang dibawa olehnya. “Ditemukan membawa bungkusan plastik warna merah dan ada 2 kotak sepatu yang diduga berisikan 2 Kg sabu”, tambahnya.

Usai mengamankan H, kemudian yang bersangkutan di bawa ke Mapolda untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dikatakan AKBP Rudi, tersangka H mengakui baru sekali membawa narkoba.

“Katanya baru sekali. Namun akan kita lakukan pengembangan, pelaku menyampaikan ada inisial A yang mengutus bawa narkoba dari Riau ke kampung halamannya”, pungkasnya.

Selain 2 paket besar sabu, petugas juga mengamankan barang bukti lainnya berupa satu unit handphone merk Vivo.

Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 114 ayat 2 sub 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukumannya pidana mati atau seumur hidup atau minimal 6 tahun atau 20 tahun penjara.(*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *