Ketua Gebu Minang Tolak Unras yang Anarkis

TNS – Ketua Gebu Minang Sumbar, H. Boy Lestari DT. Palindih, mengatakan menolak unjuk rasa yang anarkis, menolak aksi-aksi dan radikalisme terorisme serta mendukung pelantikan presiden yang aman dan kondusif dibawah kasih sayang Allah SWT.

“Presiden sudah terpilih sidah diakui oleh negara. Kita harap masyarakat sumbar menerima walaupun Prabowo di sini menang. Tidak ada 01 atau 02, sekarang Presiden RI terpilih yang harus kita dukung”, ucapnya.

Dikatakan Buya Boy, dalam pelantikan presiden tidak ada demokrasi baik mahasiswa, maupun ormas-ormas, bikin malu karen yang dilantik presiden kita

Pertama, secara institusi maupun konstitusi Presiden sudah terpilih. Secara demokrasi dan demokratis dan terpilih itu sudah diakui oleh negara, sudah diakui oleh bangsa.

Proses kedua, tentu ada pelantikan presiden dan wakil presiden. Ini juga sudah diakui oleh lembaga tertinggi negara, yang nanti akan langsung dilantik.

Ketiga, kita berharap betul betul sangat berharap kepada rakyat republik Indonesia agar mensukseskan pelantikan ini karena ini presiden adalah presiden republik Indonesia. Wakil presiden adalah wakil presden RI.

“Untuk siapa? Ya untuk rakyat Indonesia. Kita berharap kepada rakyat republik Indonesia ikut mendoakan dan mensukseskan pelantikan ini”, katanya.

Keempat, dalam pelantikan ini ada beberapa kepala negara yang datang ke Indonesia. “Kan luar biasa itu, dari negara mancanega kota tidak tahu entah berapa negara. Ini kan salah satu penghargaan untuk kita”, ujarnya.

“Kita harapkan pelantikan ini betul-betul sesuia yang diharapkan oleh negara”, ucapnya menambahkan.

Kelima, kepada aparat baik Panglima TNI maupun Kapolri dan lainnya, ustad Boy berharap agar selalu siaga satu untuk mensukseskan pelantikan tersebut agar lebih kondusif.

“Terakhir mungkin harapan kita kepada bapak presiden dan wakil ketika beliau sudah dilantik jadi presiden beliau adalah presiden republik Indoneisa, beliau adalah Wakil Presiden Republik Indonesia bukan presiden partai, bukan presiden kelompok, bukan presiden kepentingan, tetapi adalah presiden Republik Indonesi dan Wakil Presiden Republik Indonesia”, pungkasnya.(*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *