Kapolda Akan Bebaskan Mahasiswa Tersangka Ricuh Demonstrasi di DPRD Sumbar

TNS – Pasca insiden perusakan saat aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Polda Sumbar akan segera membebaskan tiga mahasiswa yang ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiga tersangka yang sudah diamankan ini, berinisial TI, DA dan JG yang diketahui mahasiswa aktif Universitas Negeri Padang (UNP).

Terkait pembebasan mahasiswa itu,
Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. H. Fakhrizal, M.Hum membenarkan upaya pembebasan ketiga mahasiswa tersebut.

“(Ditangguhkan) iya, nanti orang tuanya kami panggil, Rektornya kami panggil terus dipersilakan Rektor untuk kuliah. Penangguhan sedang diproses, tentu ada permohonan dari orang tua, keluarga dan orang tua yang dijamin Rektor”, ucap Kapolda kepada wartawan di Mapolda Sumbar, Senin (30/9).

Dijelaskan Kapolda, sampai saat ini pihaknya masih menunggu keluarga yang bersangkutan, termasuk pemanggilan Rektor UNP Ganefri untuk penangguhan penahanan.

Selain itu, Kapolda menyampaikan alasan dibebaskannya para tersangka tersebut agar para mahasiswa dapat melanjutkan perkuliahan. Ia berharap, atas insiden ini mahasiswa tidak mengulangi perbuatan anarkis mereka kembali.

“Yang jelas ini (mahasiswa) anak-anak kita, saya selaku Kapolda melihat anak-anak ini pasti terpengaruh, terprovokasi dan niatnya tidak merusak. Terbukti dari permohonan maaf mereka, penyesalan mereka tidak mengulangi lagi. Hari ini diajukan keluarga dan dijamin Rektor”, terangnya.

Irjen Pol Fakhrizal mengakui, sampai saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Rektor UNP Ganefri soal upaya pembebasan mahasiswa dari masa tahanan. Akan tetapi nantinya, proses hukum akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Tadi malam saya sudah ditelpon Pak Ganefri, juga memohon kepada Kapolda agar mahasiswa bisa kuliah. Kita harapkan mereka ini tidak mengulangi lagi seperti ini.┬áKalau mereka telah ditetapkan tersangka terus mereka ditahan, mereka tidak bisa kuliah”, tuturnya.

“Mereka ini lugu-lugu, saya yakin anak-anak ini pasti terprovokasi. Jadi melenceng dari tujuan awal. Tujuan awalnya bagus, unjuk rasa menyampaikan aspirasi dan itu dibolehkan oleh undang-undang tapi begitu mereka anarkis itu melanggar hukum. Makanya dengan kerusakan kantor DPRD makanya kita ambil tindakan”, ujar Kapolda menambahkan.(*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *