Diduga Bakar Hutan, Polres Solok Kota Amankan 5 Orang Laki-laki

TNS – Diduga melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam, merambah hutan, membakar hutan, penebangan pohon dalam kawasan hutan secara tidak sah, lima orang laki – laki diamankan Polres Solok Kota.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan,S.Ik saat menggelar konferensi persnya mengatakan, kelima pelaku telah melakukan pembakaran hutan.

Kelima laki-laki tersebut ialah KD, DR (47), AF (25), YM (22) dan LK (65). Mereka membakar hutan untuk membuka lahan di Jorong Balai Batingkah, Nagari Saniang Bakar, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok pada hari Jumat tanggal 13 September 2019.

“Empat orang tersangka KD, DR, AF dan YM atas perintah LK yang merupakan pemilik lahan melakukan pembakaran dengan menggunakan korek api secara bergantian dengan tujuan membuka lahan untuk pertanian”, kata Kapolres.

Namun, kobaran api tersebut tidak bisa dikendalikan sehingga meluas dan membakar lahan yang berada di sekitarnya.

Dikatakan Kapolres, setelah melakukan pemadaman secara manual bersama masyarakat sekitar didapat informasi bahwa lahan tersebut merupakan tanah ulayat milik pengolah lahan.

“Setelah berkoordinasi dengan BKSDA, baru diketahui bahwa lokasi tersebut adalah kawasan hutan suaka margasatwa, dan kemudian melakukan penangkapan terhadap kelima pelaku pembakaran hutan dengan menyita barang buktinya”, terangnya.

Barang bukti yang diamankan berupa 4 unit mesin pemotong rumput, 2 unit mesin pompa racun, 2 unit mesin diesel listrik (Genset), 1 unit gerobak dorong, 2 buah derigen isi 5 liter, 1 buah derigen isi 30 liter, 1 buah parang, 1 buah mancis/korek api, 1 unit mesin pemotong kayu/shinso merek, 4 buah cangkul, 3 batang balok kayu pinus, 4 batang papan kayu pinus, 8 kubik kayu pinus yang sudah diolah dan 1 unit sepeda motor merek satria FU warna kuning tanpa plat nomor.

“Modus tersangka membuka lahan pertanian yang termasuk dalam kawasan hutan konservasi yang mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam, dengan cara merambah hutan, membakar hutan, dan menebang pohon dengan tidak sah”, jelas AKBP Dony Setiawan.

Atas perbuatannya itu, kelima tersangka dijerat Pasal 40 ayat 1 UURI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya Alam hayati dan Ekosistemnya dan atau Pasal 78 ayat 2 dan 3 ke Pasal 50 ayat 3 ke huruf b dan d, UURI No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan atau Pasal 94, Pasal 82 Ayat 1 huruf c, UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara.

Kepada masyarakat, Kapolres menghimbau agar tidak melakukan pembakaran dalam proses pembukaan lahan baru.

“Teliti terhadap status lahan hutan yang hendak digarap, karena selain memicu terjadinya bencana juga beresiko hukum”, pungkasnya.

Dalam konferensi tersebut, dihadiri oleh Waka Polres Kompol Budi Prayitno, SE, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumbar DR. Ir. Sukrismanto, M.Sc, Kepala Bidang KSDAE Provinsi Sumbar Ir. Mego Sinatung, dan Kasat Reskrim Polres Solok Kota Iptu Defrianto, SH.(*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *