Polda Sumbar Jamin Keamanan Mahasiswa Papua di Sumbar

TNS – Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Drs. Fakhrizal, M.Hum menjamin keamanan dan kenyamanan terhadap mahasiswa Papua yang ada di Sumbar.

Selain itu, mahasiswa Papua yang ada di Padang juga tidak terpancing dan terpengaruh atas kejadian yang terjadi sebelumnya di Surabaya hingga Manokwari, Papua, beberapa waktu lalu.

“Kita sudah kumpulkan adik-adik kita dari Papua. Alhamdulillah di tempat kita tidak ada masalah, mereka nyaman di Sumbar”, kata Irjen Pol Fakhrizal beberapa waktu lalu.

Kapolda juga memastikan tidak ada tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua yang berada di Sumbar. Masyarakat Sumbar adalah masyarakat yang toleran terhadap keragaman suku, agama dan budaya.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Syamsi menuturkan, selain di Polda, jajaran Polresta Padang juga telah melakukan pertemuan dengan perwakilan Ikatan Mahasiswa Papua Sumbar pada Agustus di Mapolres.

Dalam pertemuan, perwakilan mahasiswa Papua memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik dan tidak ada mendapat intimidasi. Mereka juga mengimbau seluruh mahasiswa Papua yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk tetap menjaga jiwa nasionalisme dan menjunjung tinggi keberagaman.

“Kami di Padang aman-aman saja, keamanan kami dijaga di sini. NKRI harga mati”, kata perwakilan mahasiswa setelah melakukan pertemuan dengan Kapolresta Padang Kombes Yulmar Try Hilmawan, S.Ik.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Himpunan Mahasiswa Papua (Himapa) Kota Padang tercatat sebanyak 85 orang mahasiswa asal Papua yang menimba ilmu di Padang.

Ketua Himapa, Petrus Kanisius Taplo Kaiza mengatakan jumlah tersebut belum termasuk mahasiswa baru pada 2019 ini. “Sekarang sebanyak 85 mahasiswa dan belum adik mahasiswa baru pada 2019 ini,” kata Petrus.

Selama di Padang, keberadaan mereka mendapatkan perlakuan yang penuh kekeluargaan. “Saya pribadi dan teman-teman belum pernah mengalami, karena di sini budayanya berbeda dengan daerah lain. Jadi intinya pandai-pandai kita dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan,” ujar Petrus.

Dikatakan, semenjak 2012, mereka sudah mulai membentuk sebuah perkumpulan mahasiswa Papua di Padang dan pada April 2017 barulah secara resmi membentuk Himapa setelah melakukan musyawarah besar (mubes) pertamanya.

Selain itu pada acara Hari Kesatuan Gerak PKK 2019 di Kota Padang, mereka juga mengambil bagian untuk menjaga stand Provinsi Papua.

Petrus Kanisius Taplo Kaiza berharap para mahasiswa asal Papua tetap menjaga rasa kekeluargaan, keharmonisan untuk membangun tanah Papua nantinya.(*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *