Satpol Air Polres Padang Pariaman Tanamkan Kesadaran Pentingnya Mangrove

TNS_ Siapa yang tidak kenal dengan sosok Polisi yang satu ini Aipda Juwaldi Bintara angkatan 2000 yang bertugas di Satuan Polisi Perairan Polres Padang Pariaman tepatnya di Pantai Tiram Kabupaten Padang yang sangat dikenal dekat  warga dikawasan itu, selain melaksanakan tugas sebagai Polisi Perairan yang betugas menjaga keamanan kawasan perairan yang masuk ke wilayah hukum Polres Padang ini, ia juga aktif dan peduli mengajak warga sekitar untuk meningkatkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya menanam hutan Mangrove, seperti yang dilakukannya semenjak beberapa tahun yang lalu.

Saat tim TNS berkunjung ke Pantai Tiram beberapa waktu lalu, kami sempat berbincang dengan sosok Polisi yang peduli terhadap hutan Mangrove ini, ia menuturkan bahwa beberapa tahun yang lalu, disitulah hari pertama kegiatan atau sebelum Grand start stage 1 Tour de Singkarak 2014 yang dipusatkan di Pantai Tiram, Padang Pariaman. Kegiatan ini dilaksanakan penanaman Mangrove dan Cemara Laut dalam rangka kegiatan “Satu Milyar Pohon untuk Indonesia” oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Executive Chairman Tour de Singkarak, Gubernur Sumatera Barat, Bupati Padang Pariaman, diikuti oleh para atlet, commissaire, media, tim pendukung Tour de Singkarak dan seratus siswa Sekolah Dasar dan Menengah di sekitar Kabupaten Padang Pariaman dengan tujuan menumbuhkan cinta pohon dan lingkungan sejak dini.

“Kegiatan ini sangat selaras dengan Tour de Singkarak karena kegiatan bersepeda merupakan salah satu perwujudan cinta lingkungan” ucap salah satu commissaire Tour de Singkarak 2014, Michael Robb dari Irlandia waktu itu.

Namun gerakan tersebut (penanaman Bakau dan cemara), tidak mendapat perhatian yang serius bagi masyarakat setempat dan instansi terkait. Terbukti kawasan yang ditanam sebanyak 10.000 bibit bakau dan cemara hanya tak lebih dari 10 persen yang masih bertahan pada lokasi samping kantor Satpolair  dan dekat Rumah Makan Ajo Ain yang salah seorang warga ini dengan gigih menghalau Ternak liar (Kerbau) untuk menyelamatkan tanaman Bakau tersebut.

Selain itu ada juga anggapan masyarakat sekitar jika bakau itu tumbuh dan berkembang akan merusak pemandangan dan menjadikan kawasan tersebut rimba, ditambah prilaku sebagian masyarakat yang menjaring udang terganggu dengan tumbuhan bakau hingga terjadi kerusakan bahkan ada yang sengaja mencabutnya.

Namun berkat kegigihan Aipda Juwaldi dan juga salah seorang warga bernama Ajo Ain untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap akan pentingnya tanaman Mangrove (bakau), kini kesadaran tersebut baru muncul kembali seiring dengan adanya pemahaman masyarakat sekitar terkait kekaguman Pengunjung Pariwisata yang datang hingga tertarik dengan tumbuhan Mangrove. atas hal tersebut saat ini Ajo Ain salah seorang warga yang memiliki usaha Kuliner ini dan menangkap udang untuk dijual sebagai umpan pemancing dengan sukarela ikut menjaga Bakau didekat warungnya yang mulai berbenah dengan membuat Trek yang tidak lain atas saran dari sosok Polisi yang peduli hutan Mangrove.

Jika saja instansi terkait serta masyarakat dulunya Peduli Tiram merupakan yang Kawasan Mangrove terluas di pesisir Pantai Padang Pariaman ini, kawasan mangrove Tiram yang asli dan alami masih cukup luas dengan ekosistem dan jenis yang lumayan lengkap sehinngga saat ini akan bisa dinikmati keindahan Pantai Tiram oleh pengunjung.

“Semoga ada secerca harapan tentang Ekowisata Mangrove dan Kuliner di Pantai Tiram ke depan dengan sosok contoh warga seperti Ajo Ain yang juga peduli terhadap tanaman Mangrove (bakau) dan juga rutin berkomunikasi serta menjalin kerjasama dengan dengan anggota Satuan Polisi Perairan Polres Padang Pariaman”, ujar Polisi yang akrab disapa Pak Ju ini.(*

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *