Menipu karena Mengaku Banyak Kenalan dengan KPK dan Mabes Polri, Pria ini Akhirnya Ditangkap Polres Solok Kota

TNS – Diduga melakukan penipuan, seorang laki-laki bernama Akhi Rizal DT. Nan Basa, warga Kel. Sinapa Piliang Kec. Lubuk Sikarah Kota Solok, akhirnya harus mendekam di sel tahanan Polres Solok Kota.

Rizal melakukan penipuan terhadap mantan Kepala Dinas PU Kota Solok, Jaralis, S.T yang kini telah pensiun dengan mengaku banyak kenalan dengan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mabes Polri.

“Penipuan terjadi sejak bulan Mei 2018 sampai dengan Januari 2019, dan telah dilaporkan oleh korban ke Polres Solok Kota tanggal 17 Juni 2019”, kata Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.Ik saat dikonfirmasi.

Akibat ulah pelaku, Jaralis mengalami kerugian mencapai Rp 71.300.000 (tujuh puluh satu juta tiga ratus ribu rupiah).

Sementara, Kasat Reskrim Polres Solok Kota Iptu Defrianto, SH menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, penipuan dilakukan tersangka dengan cara mengirim surat aduan ke KPK sebanyak dua kali (Agustus 2018 dan Januari 2019) terkait dugaan kasus korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok.

Setelah itu, tersangka mengatakan kepada korban bahwa perkara dugaan Korupsi Pembangunan Lapangan Merdeka sedang ditangani KPK dan Mabes Polri dan tersangka menjanjikan dapat membantu mengurus agar penyidikan perkara tersebut dapat dihentikan dengan alasan tersangka banyak kenalan di Mabes Polri dan KPK.

“Tersangka meyakinkan korban sambil menunjukkan foto-fotonya bersama orang yang disebut-sebutnya sebagai penyidik KPK”, terangnya.

Selanjutnya, tersangka meminta uang kepada korban sebanyak 13 kali secara bertahap, baik melalui tunai ataupun transfer, dengan total sebanyak Rp.71.300.000,-.

“Tersangka mengatakan uang tersebut akan diberikan kepada penyidik KPK dan Mabes Polri, agar penyelidikan atau penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok dapat dihentikan”, tambahnya.

Saat meminta uang kepada korban, tersangka memberikan alasan-alasan bahwa penyidik KPK akan turun ke lapangan, penyidiknya sudah berganti orang dan harus dikasih uang juga atau uang tambahan untuk mengurus perkara di KPK dan Mabes Polri.

Sejak bulan Februari 2019, akhirnya korban mengetahui dirinya ditipu oleh tersangka, lantaran saat itu korban menerima panggilan saksi dari penyidik Polda Sumbar terkait penanganan dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok.

Dari tersangka, penyidik mengamankan barang bukti berupa buku rekening dan ATM serta 2 unit HP milik tersangka, tanda bukti surat pengaduan ke KPK dengan tanda tangan tersangka sebagai pelapor.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan menambahkan, bahwa ditemukan indikasi ada beberapa orang lagi yang menjadi korban perbuatan tersangka.

‚ÄúTidak perlu takut melapor, silahkan melapor ke Polres Solok Kota. Kami tunggu”, imbaunya.(*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *