Cabuli anak kandung, Pria ini ditangkap Polisi

TNS – Entah apa yang ada di pikiran EE (41), pria yang usianya mendekati setengah abad ini nekat berbuat cabul.

Ironisnya, aksi bejat tersebut ia lakukan terhadap anak kandungnya sendiri yang bernama Bunga (nama samaran) yang masih berstatus sebagai pelajar di salah satu sekolah di Kota Solok.

Perbuatannya ini tidak tanggung-tanggung, selama kurun 8 tahun pelaku melampiaskan nafsunya kepada anaknya tersebut.

Nenek korban Grace E (61) yang tidak senang dengan ulah pelaku, akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Solok Kota.

Dengan dasar Laporan Polisi Nomor : LP/109/B/IV/2019 – Polres tanggal 12 April 2019 perkara Menyetubuhi Anak dibawah Umur, akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.Ik, ketika dikonfirmasi membenarkan perihal penangkapan terhadap pelaku pencabulan terhadap anak kandungnya tersebut.

“Persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh terlapor terhadap anak kandungnya sendiri, dengan cara mengajak anak kandungnya untuk berhubungan suami istri dalam kurun 8 tahun (2011-2019) di rumahnya”, ujar Kapolres Solok Kota.

Usai melampiaskan hasratnya, pelaku juga mengancam korban untuk tidak memberitahukan kepada siapapun.

“Setiap setelah berhubungan, terlapor mengancam korban apabila mengatakan perbuatan terlapor maka korban akan dimarahi dan dipukuli”, tambah Kapolres

Dari penangkapan terhadap pelaku, petugas mengamankan barang bukti 1 unit hp merk Samsung j2 prime warna hitam, 1 helai baju kaos lengan pendek warna putih bergambar panda dan 1 helai celana dalam wanita warna cream.

Dijelaskan AKBP Dony, pelaku diketahui merupakan salah satu Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari salah satu partai yang ikut dalam kontestasi Pemilu 2019 yang berlangsung beberapa hari lalu.

Kepada pelaku, akan dikenakan Pasal 81 ayat 3 Undang undang RI No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling banyak 5 milyar.

“Ancaman ditambah sepertiga karena dilakukan oleh orang tua / wali dari paling lama 15 tahun”, jelasnya.(*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *