Polda Sumbar dan Tigo Tungku Sajarangan siap Sukseskan Pemilu 2019 yang Aman, Damai dan Sejuk serta Badunsanak

TNS – Kepolisian Daerah Sumatera Barat bersama Tigo Tungku Sajarangan Provinsi Sumbar, berkomitmen untuk mensukseskan Pemilu 2019 yang aman, damai dan badunsanak.

Hal ini dibuktikan, dengan diadakannya silaturahmi Tigo Tungku Sajarangan Provinsi Sumbar dengan Polda Sumbar, yang mana kegiatan ini diprakarsai oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Fakhrizal, M.Hum, Kamis (6/9).

Silaturahmi ini dihadiri oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Drs. Damisnur. AM, SH. MM, Irwasda Kombes Pol Drs. Dody Marsidy, M.Hum, dan pejabat utama Polda Sumbar.

Sedangkan dari tokoh Tungku Tigo Sajarangan diantaranya Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar, Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, Ketua PW NU Sumbar, H. Maswar, Ketua DPD Tarbiyah Sumbar, Prof. H. Syufarma Marsidin, Ketua LKAAM Sumbar, M. Sayuti DT. Rajo Pangulu, Ketua Perti Sumbar, Prof. Dr. Duski Samad, Ketua Umum Bundo Kanduang Sumbar, Hj. Raudha Thaib,
Ketua Gebu Minang Sumbar, Boy lestari DT. Palindih, Tokoh masyarakat, Drs. H. Zaitul Ikhlas dan tokoh agama Sumbar.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal dalam sambutannya mengatakan, rangkaian Pilkada serentak di Sumatera Barat dapat berjalan aman, tertib dan lancar, dikarenakan hal ini tidak terlepas dari peran dan fungsi komponen masyarakat, terutama Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cadaik Pandai dalam kehidupan bermasyarakat.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa orang Minang terkenal dengan falsafahnya yaitu Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Syara’ Mangato, Adat Mamakai. Adat Minangkabau Indak Lakang dek Paneh, Indak Lapuak dek Hujan”, ujarnya.

“Dengan demikian, ini merupakan tanggung jawab kita semua baik Pemerintah, Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cadaik Pandai yang dikenal dengan kepemimpinan Tungku Tigo Sajarangan, Tigo Tali Sapilin di Ranah Minang ini”, tambah Kapolda.

Hal ini berarti bahwa seorang Ninik Mamak dalam perkembangan zaman saat ini, mampu mengantisipasi dan mencegah sedini mungkin, anak, cucu, dan kemenakan untuk tidak terpengaruh dan terlibat kepada hal-hal yang bersifat negatif.

“Seperti maraknya peredaran Narkotika, masuknya aliran kepercayaan / faham Radikal, perkelahian antar suku (RAS) serta berita bohong (HOAX) dan ujaran kebencian (Hate Speech) di media sosial”, kata Irjen Pol Fakhrizal.(*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *