Ungkap 20 kasus narkotika selama 2018, ini harapan Kapolres Agam

TNS – Kepolisian Resor Agam, Sumatera Barat, mengungkap 20 kasus penyalahgunaan narkotika di daerah itu semenjak Januari sampai 28 Juli 2018.

Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi didampingi Kasat Resnarkoba AKP Antonius Dachi di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan ke 20 kasus penyalahgunaan narkotika itu tersebar di wilayah hukum Polres Agam.

“Ini berkat informasi dari masyarakat kepada kami terkait pelaku penyalahgunaan narkotika di daerah mereka,” katanya.

Saat ini kasus tersebut sudah ada yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Agam sebanyak 19 kasus dan sudah ada yang divonis.

Sementara satu kasus dalam proses karena pelaku baru diamankan pada Rabu (25/7).

“Kita sedang melengkapi berkas dan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Agam untuk disidangkan,” katanya.

Ia menambahkan pada tahun lalu Polres Agam berhasil mengungkap 28 kasus penyalahgunaan narkotika.

Sementara pada 2016 sebanyak 28 kasus. Dibandingkan tahun sebelumnya, Polres setempat cukup banyak mengungkap kasus pada 2018, karena tahun ini masih tersisa waktu selama lima bulan lagi.

Untuk meminimalkan kasus tersebut, Polres Agam melakukan sosialisasi tentang bahaya narkotika di sekolah, nagari dan lainnya.

Selain itu, menjalin kerja sama dengan SMKN 1 Tanjungraya tentang pengintegrasian pembelajaran bahaya penyalahgunaan narkoba dalam kurikulum di sekolah itu dan lainnya.

Dengan cara itu, pihaknya berharap kasus penyalahgunaan narkotika berkurang di daerah itu.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Membangun Bersama Membela Bangsa Agam, Lukman mengapresiasi Polres setempat yang berhasil mengungkap puluhan kasus narkotika di daerah itu.

Ini dalam rangka menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkotika.

“Apabila ini tidak dilakukan, maka generasi muda di daerah itu akan rusak dan kita sangat mendukung upaya yang dilakukan pihak kepolisian,” katanya.(*)

Sumber : Sumbar.antaranews.com

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *