Video Dirinya Juggling Bola di Depan Pelajar Viral, Begini Kata Kapolres Dharmasraya

TNS – Video Kapolres Dharmasraya AKBP Rudy Yulianto, S.Ik yang tengah menunjukkan aksi juggling bola mirip dengan pesepak bola dunia di hadapan pelajar SD Negeri 20 Sitiung, viral melalui akun media sosial Instagram @poldasumbar.

Bahkan, video berdurasi 57 detik itu sudah tayang sebanyak 11,340 kali.

Jumlah tersebut, akan terus bertambah seiring semakin viralnya video juggling bola yang dipertunjukan oleh mantan Kapolres Padang Pariaman tersebut.

Dalam video yang diunggah pada 18 Mei tersebut, tampak puluhan anak SD Negeri 20 Siting, Dharmasaraya berdecak kagum melihat aksi sang Kapolres yang begitu hebatnya mengolah sikulit bundar.

Bahkan, seluruh anak SD tersebut pun terhibur dan bertepuk tangan begitu Kapolres Rudy terus mempertontonkan aksi juggling bolanya.

Tak hanya itu, bahkan beberapa akun Instagram juga memberikan sejumlah komentar terkait aksi juggling Rudy.

Akun @efriy menulis: Keren Pak Kapolres…motivasi bagi anak2.

Kemudian akun @daffa6208 juga menulis; mantap ndan bravo…, serta akun @anetbandardareh; kapolresnya freestyle.. mantap mantap..

Rudy Yulianto yang dihubungi tribunpadang.com dari Padang mengatakan bahwa video itu dibuat pada Mei lalu.

Bahkan, sejumlah koleganya di kepolisian, termasuk seniornya di Akabri (sekarang Akpol) sudah mengetahui bahwa video itu viral.

Bahkan, kata dia, juga ada atasannya di kepolisian yang merupakan seorang jenderal bintang dua yang mengirim balik video tersebut kepadanya melalui aplikasi WhatsApp.

“Alhamdulillah, semuanya merespon positif,” kata Rudy, Kamis (12/7/2018) siang.

Bagi Rudy, sepakbola sudah hobinya sedari kecil dan bakat tersebut, menurutnya, sudah turunan dari kakeknya yang juga seorang kiper sepakbola di zaman Hindia Belanda.

Bahkan Rudy kecil, hari-harinya selalu dihabiskan dengan sepakbola.

“Pokoknya kalau pulang sekolah itu, saya sama teman-teman selalu main bola. Itu yang menjadi kebiasaan saya. Bahkan hingga sekarang, saya tidak bisa meninggalkan olahraga sepakbola,” kata Fans Club Manchester United itu.

Kelihaian mengolah sikulit bundah, diakui Rudy, ditempatnya ketika dia masuk Sekolah Sepak Bola (SSB) Pemuda di Semarang.

Dari SSB itu pulalah skill sepakbola Rudy kecil pun kian bertambah.

Bahkan melalui SSB itu, Rudy juga pernah mengikuti berbagai turnamen.

Tak hanya itu, bahkan melalui SSB itu pula Rudy pun terpanggil untuk mengikuti seleksi Piala Suratin di tahun 1994.

Dharmasraya 

Video Dirinya Juggling Bola di Depan Pelajar Viral, Begini Kata  Kapolres Dharmasraya

Video Dirinya Juggling Bola di Depan Pelajar Viral, Begini Kata  Kapolres Dharmasraya 

tribunpekanbaru/rikisuardi
Kapolres Dharmasaraya AKBP Rudy Yulianto juggling bola di depan murid sekolah

Namun pada saat bersamaan, pendaftaran Akabri polisi pun dibuka, dan mantan Kasat Intel Polres Gunungkidul itu mencoba untuk mendaftar, hingga ahirnya ia pun lulus sebagai taruna Akabri polisi.

“Begitu lulus saya pun terpaksa meninggalkan seleksi, mesikipun sejak kecil saya punya cita-cita menjadi pemain sepakbola Timnas Indonesia yang ingin mengantarkan Indonesia ke Piala Dunia,” kataya mengenang.

Meski sudah lulus menjadi perwira polisi pada 1997, Rudy pun mengaku bahwa hingga sekarang, ia pun tak bisa memisahkan olagraga sepakbola dari kehidupannya.

Bahkan bersama kerabat dan teman sesama polisi, ia sering bermain bola begitu ada kesempatan luang.

“Begitu ada kesempatan, saya sering main sepak bola. Minimal futsal. Saya mainnya kadang-kadang sama anggota saya,” ungkap mantan Kasubdit 4 Ditreskrimum Polda Sumbar tersebut.

Terkait skill juggling bola, Rudy mengakui bahwa hampir disetiap kesempatan dia selalu mempertunjukkannya.

Tak hanya di depan siswa SD Negeri 20 Sitiung, bahkan akhir Ramadan kemarin, ia pun juga sempat menghibur para pemudik yang pulang kampung ke Sumbar begitu sampai di kawasan rest area di Dharmasaraya.

“Hampir disetiap kesempatan saya mempertunjukkan skill bola saya. Itu saya lakukan, karena saya merasa kelebihan saya itu bisa meningkatkan energi positif bagi orang lain, karena olahraga bisa membuat tubuh sehat dan bugar,” ujarnya.

“Kita punya ilmu kalau tidak dimanfaatkan untuk apa? Ilmu kan harus amaliyah. Sebab, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” imbuh pria kelahiran 1974 itu.

Meski punya skill juggling yang tak kalah dengan pemain sepakbola dunia, namun prestasi Rudy dikepolisian juga tak kalah jauh. Bahkan, lulusan PTIK 2004 itu juga pernah mendapatkan berbagai penghargaan.

Di antaranya, certificate of apreciation dari Pemerintah Australia sebagai penyidik kasus kecelakaan pesawat Garuda Boeing 737-400 yangg terjadi di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta pada 7 Maret 2007 dengan tersangka Captain pilot Marwoto Komar.

“Selain itu, saya juga pernah mendapatkan penghargaan atas pengungkapan kasus pembunuhan seprang nenek di Bantul tahun 2006,” pungkas Rudy.(*)

Sumber : Pekanbaru.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *