Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit Ingatkan Masyarakat Bahaya Hoax

TNS, Wakil Gubernur Sumbar,  Nasrul Abit menyebutkan bahwa hoax atau berita bohong berpotensi merugikan dan masyarakat diminta selektif menyikapi berita yang berkembang dengan melakukan cek dan ricek.

“Sebaiknya masyarakat lebih selektif dengan melakukan cek dan ricek setiap menerima informasi, hal itu sebagai upaya memastikan bahwa berita yang diterima bukan hoax,” katanya usai menghadiri sidang paripurna istimewa peringatan hari jadi Kabupaten Pesisir Selatan ke-70 di Painan, Minggu kemaren.

Karena tambahnya, jika hal tersebut tidak dilakukan maka tidak menutup kemungkinan masyarakat akan terpengaruh berita hoax.

“Akibatnya macam-macam mulai dengan perkelahian hingga terbentuknya pola pikir yang bertentangan dengan aturan mulai dari beragama hingga bernegara,” katanya lagi.

Terkait hal tersebut kata Nasrul, pemerintah harus menunjukkan perannya, sebagai upaya meminimalkan masyarakat yang akan terpengaruh berita hoax.

“Memang keberhasilannya sulit diukur namun mesti dilaksanakan karena dengan perkembangan teknologi banyak berita yang disajikan dengan cepat dan diterima dengan cepat pula,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Rosarita Niken Widiastuti mengatakan 92,60 persen sumber hoax berasal dari media sosial.

“Di media sosial kebebasan pers dimanfaatkan orang untuk tujuan-tujuan tertentu, sehingga seolah-olah kebebasan pers adalah bebas-sebebasnya tanpa aturan, tanpa etika sama sekali,” katanya.

Ia mengungkapkan setiap orang terkoneksi dengan gadget atau media sosial hampir sembilan jam dalam sehari, jadi aktivitas yang lain dilakukan di sela-sela melihat gadget.

“Pekerjaan pokoknya melihat gadget yang lainnya adalah sampingan,” sebutnya.

Empat dari sepuluh orang yang aktif di media sosial, ungkapnya, baik tua maupun muda hanya tahan untuk tidak melihat ponsel selama tujuh menit. Oleh karena itu, ia berharap agar masyarakat berhati-hati dalam menggunakan media sosial sehingga tidak menjadi pemproduksi maupun penyebar hoax.(*)

[Humas respessel]

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *