Brigadir Waston, Sipolisi Nyambi Jadi Guru Ngaji

[Tribratanews.sumbar.polri.go.id]- Nama personil polisi yang satu ini Brigadir Waston begitu harum di tengah-tengah masyarakat terutama didaerah binannya Nagari Muara Kiawai Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat, lantaran ia bertugas sebagai Bhabinkamtibmas yang dikenal dekat dengan masyarakat setempat.

Tidak hanya dekat dengan masyarakat yang membuat namanya harum di daerah tersebut, namun polisi yang satu ini selain menjalankan aktivitas sebagai Bhabinkamtibmas, ia juga aktif sebagai guru mengaji bagi anak-anak di taman pembacaan alquran (TPA) setempat.

Pria yang lahir 37 tahun silam ini dengan senang hati memberikan pelajaran tentang tulis baca alqur’an kepada anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar yang memang ingin belajar terutama didaerah binaannya sebagai Bhabinkamtibmas dengan tidak dipungut biaya.

Suami dari Yuli hartati ini dikenal sangat dekat dengan masyarakat setempat, sehingga setiap kegiatan yang digelar oleh warga, ia selalu diundang untuk menghadari acara tersebut.

Polisi berpangkat Brigadir ini mempunyai anak murid sudah lebih 200 orang, yang mana muridnya terdiri di 3 TPA, diantaranya¬† TPQ Bhabinkamtibmas Muaro Kiawai, TPA Al-ihklas dan TPA Mesjid Raya Muaro Kiawai”, ungkap Waston saat diwawancarai oleh tribratanews.sumbar.polri.go.id melalui telephone genggamnnya, Senin (5/6).

“Saya mengajar anak-anak tersebut yaitu 3 kali dalam seminggu, dengan jadwal hari Senin sehabis sholat Magrib, hari rabu pukul 15.00 wib dan hari Jumat pukul 14.00 wib”, ujar Waston.

“Selaku Bhabinkamtibmas, tugas saya tidak terganggu, malahan dengan saya sebagai personil Bhabinkamtibmas waktu saya banyak untuk mengajar di 3 TPA tersebut”, imbuhnya.

Saya mengajarkan anak-anak mengaji ini sudah memenjak tahun 2016, dengan latar belakang yang saya miliki, dengan tamatan pesantren Aliyah di Nagari Ujung Gading saya memberanikan diri untuk minta persetujuan para tokoh masyarakat setempat. Setelah disetujui barulah saya mengajarkan anak-anak tulis baca alquran di rumah penduduk. Namun setelah murid bertambah banyak kemudian proses belajar mengajar dipindahkan ke mesjid setelah mendapatkan izin dari masyarakat setempat, pungkasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *